UMA dan PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Maros Gelar Benchmarking Pengelolaan Limbah Kulit Durian

16
Jun
2025
Category Kampus
Posted By Arief

Universitas Medan Area (UMA) menjalin kolaborasi strategis dengan PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Maros dalam kegiatan Benchmarking
Pengelolaan Limbah Kulit Durian sebagai bentuk dukungan terhadap
program berkelanjutan dan penerapan teknologi ramah lingkungan. Kegiatan
ini merupakan langkah konkret sinergi antara perguruan tinggi dan dunia
industri dalam menciptakan solusi inovatif berbasis masyarakat terhadap
permasalahan lingkungan.

https://uma.ac.id/asset/foto_berita/PKH_UMA_dan_PT_Pertamina_Patra_Niaga_Fuel_Terminal_Maros1.webp

Kegiatan yang berlangsung dengan penuh antusias ini dihadiri oleh
jajaran sivitas akademika UMA, di antaranya Kepala Pusat Kampus Hijau
UMA, Bapak Saipuh Sihotang; Kepala Bidang Green Metric UMA, Dr. Nisfa
Hanim, S.Si., M.Si.; serta para narasumber ahli, yaitu Dr. Effiati
Juliana Hasibuan, M.Si; Bobby Umroh, S.T., M.T.; dan Dr. Ahmad Prayudi,
S.E., M.M. Turut hadir pula Kepala Biro Informasi, Promosi, dan
Kemitraan UMA, Bapak Dian Fajar Prayoga, S.Kom.

Sementara dari pihak PT Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Maros,
hadir Yunianto Arif Suryawan selaku Supervisor HSSE & Fleet Safety;
Agil Bagus sebagai Junior Supervisor HSSE; serta dua Comdev Officer,
Zukhruf Arifin dan Muhson Arifin. Kepala Desa Alasmalang, Bapak Katam,
juga turut ambil bagian dan memberikan dukungan terhadap inisiatif
pemanfaatan potensi limbah lokal di wilayahnya.

Dalam kegiatan ini, para peserta mendalami praktik pemanfaatan limbah
kulit durian dan bahan-bahan alami lainnya menjadi produk-produk yang
bernilai guna dan ramah lingkungan. Selain bertujuan mengurangi dampak
pencemaran lingkungan, inisiatif ini juga membuka peluang ekonomi baru
melalui pengembangan produk inovatif berbasis limbah organik.

Diskusi interaktif yang berlangsung menegaskan pentingnya kolaborasi
antara dunia pendidikan, sektor industri, dan pemerintahan desa untuk
mewujudkan ekosistem pengelolaan limbah yang terintegrasi, efisien, dan
berbasis kearifan lokal.



















Dengan terlaksananya kegiatan benchmarking ini, diharapkan terbangun
kesadaran kolektif dan komitmen berkelanjutan untuk mengembangkan
inovasi lingkungan yang tidak hanya berdampak secara ekologis, tetapi
juga memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat.