PKM FISIP UMA Dorong Peningkatan Kualitas Pelayanan Prima Retail Fashion melalui Penguatan Komunikasi Efektif
Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Medan Area (FISIP UMA)
kembali menunjukkan komitmennya dalam pelaksanaan Pengabdian kepada
Masyarakat melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) di sektor retail
fashion. Program ini mengangkat tema “Pelayanan Prima Melalui Komunikasi Efektif dalam Menciptakan Kepuasan Pelanggan” sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan daya saing usaha mitra.
Industri retail pakaian atau fashion sebagai bagian dari sektor jasa
terus berkembang seiring perubahan gaya hidup masyarakat dan
meningkatnya kebutuhan akan layanan yang praktis, cepat, serta
berkualitas. Dalam situasi persaingan usaha yang semakin ketat, kualitas
pelayanan menjadi faktor kunci dalam menjaga keberlanjutan dan
loyalitas pelanggan.
Melihat realitas tersebut, tim dosen FISIP UMA hadir memberikan
pendampingan berbasis keilmuan komunikasi dan manajemen pelayanan guna
memperkuat kompetensi karyawan retail fashion dalam memberikan layanan
yang profesional dan berorientasi pada kepuasan pelanggan.

Penguatan Kompetensi Komunikasi sebagai Kunci Pelayanan Prima
Program PKM ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya kompetensi
komunikasi pelayanan pada karyawan retail fashion, terutama dalam aspek
komunikasi verbal, nonverbal, serta penanganan keluhan pelanggan.
Berdasarkan hasil observasi awal, sebagian karyawan direkrut tanpa
pelatihan komunikasi yang terstruktur, sehingga interaksi pelayanan
berlangsung secara spontan dan belum konsisten. Hal ini berpotensi
memengaruhi persepsi pelanggan terhadap kualitas layanan yang diberikan.
Ketua Tim PKM, Dr. Syafrizaldi, S.Psi., M.Psi, menjelaskan bahwa komunikasi merupakan elemen inti dalam pelayanan jasa retail.
“Pelayanan tidak hanya soal kualitas produk atau kecepatan transaksi,
tetapi bagaimana karyawan membangun interaksi, menyampaikan informasi,
serta merespons kebutuhan dan keluhan pelanggan. Komunikasi yang efektif
akan membentuk pengalaman pelanggan yang positif dan berkesan,”
ujarnya.
Melalui program ini, tim PKM memberikan penyuluhan dan pelatihan
komunikasi efektif berbasis teori komunikasi interpersonal dan manajemen
jasa. Materi pelatihan meliputi:
Teknik dan Strategi Komunikasi Pelayanan
Teknik komunikasi verbal dan nonverbal
Keterampilan mendengarkan aktif (active listening)
Komunikasi empatik dalam pelayanan
Strategi profesional dalam menangani keluhan pelanggan
Metode pelatihan dirancang secara aplikatif melalui simulasi, role play,
dan studi kasus yang disesuaikan dengan kondisi nyata pelayanan retail
fashion. Pendekatan ini bertujuan agar peserta tidak hanya memahami
konsep secara teoritis, tetapi mampu menerapkannya secara langsung dalam
aktivitas pelayanan sehari-hari.
Penyusunan SOP dan Penguatan Budaya Pelayanan Profesional
Selain pelatihan, kegiatan PKM ini juga menghasilkan Standar
Operasional Prosedur (SOP) komunikasi pelayanan retail fashion serta
modul pelatihan komunikasi efektif yang dapat digunakan mitra secara
berkelanjutan. SOP tersebut mengatur standar komunikasi mulai dari:
Penyambutan pelanggan
Penyampaian informasi produk
Proses transaksi dan pengambilan barang
Penanganan keluhan
Penutupan pelayanan
Anggota tim PKM, Dr. Taufik Wal Hidayat, S.Sos., M.AP, menambahkan bahwa aspek manajerial menjadi perhatian penting dalam pendampingan ini.
“Manajemen retail perlu memandang komunikasi sebagai nilai jasa
sekaligus aset strategis usaha. Dengan pengelolaan komunikasi yang
terstruktur, kepuasan dan loyalitas pelanggan dapat meningkat secara
signifikan,” jelasnya.
Sementara itu, Dr. Selamat Riadi, S.E., M.I.Kom menekankan pentingnya membangun budaya pelayanan yang komunikatif dan profesional di lingkungan usaha mitra.
“Ketika komunikasi menjadi budaya kerja, kualitas pelayanan tidak
lagi bergantung pada individu tertentu, tetapi menjadi standar kolektif
yang memperkuat citra usaha,” ungkapnya.
Melalui PKM ini, FISIP UMA berharap tercipta peningkatan kualitas
pelayanan retail fashion secara berkelanjutan, penguatan citra usaha,
serta peningkatan daya saing mitra di tengah dinamika industri jasa.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata peran perguruan tinggi dalam
mentransfer ilmu pengetahuan dan menghadirkan solusi aplikatif bagi
pengembangan usaha kecil dan menengah di daerah.
