UMA Hadirkan Pembelajaran Aktif dan Bantuan Kemanusiaan bagi Korban Banjir di Sumatera Utara

31
Dec
2025
Category Kampus
Posted By Arief

Universitas Medan Area (UMA) kembali menegaskan komitmennya sebagai
perguruan tinggi yang responsif terhadap persoalan sosial dan
kemanusiaan. Melalui kolaborasi dosen dan mahasiswa lintas disiplin, UMA
melaksanakan serangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan pemulihan pendidikan pascabencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah terdampak di Sumatera Utara, khususnya di Kabupaten Langkat dan Deli Serdang.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Tanggap Darurat Pengabdian kepada Masyarakat yang didukung oleh Direktorat
Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian
Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek)
, dengan fokus utama pada pemulihan akses pendidikan, dukungan psikososial anak, serta bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak.

Dipimpin Tim Dosen UMA, Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Warga Terdampak Banjir

Rangkaian kegiatan pengabdian ini dipimpin oleh Ketua Tim Dosen Universitas Medan Area, Dr. Dedi Sahputra, MA, dengan anggota tim dosen yang terdiri dari Dr.
Wan Suryani, MM; Dr. Nadra Ideyani Vita, MSi; Dr. Finta Aramita, MM;
Ria Wuri Andary, S.IKom., M.IKom; serta Mulkan Situmorang, S.Pd., M.Pd.
Tim ini didukung oleh keterlibatan aktif mahasiswa UMA dari berbagai program studi.

Pada 21 Desember 2025, tim dosen UMA menyalurkan bantuan logistik dan kebutuhan pokok kepada masyarakat terdampak banjir di Dusun Sukaramai, Desa Sekoci, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat.
Bantuan tersebut diserahkan secara langsung kepada warga sebagai bentuk
kepedulian nyata UMA terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat
pascabencana.

Selain penyaluran bantuan, tim UMA juga memberikan pendampingan awal
dan edukasi ringan, khususnya bagi anak-anak usia sekolah dasar yang
terdampak akibat rusaknya sarana dan prasarana pendidikan.

Pembelajaran Aktif Darurat di Sekolah Terdampak Bencana

Sebagai upaya menjaga keberlangsungan proses belajar mengajar, UMA juga melaksanakan program pembelajaran aktif darurat di SMP Negeri 7 Percut Seituan, Kabupaten Deli Serdang.
Dalam kegiatan ini, tim dosen UMA menerapkan metode pembelajaran
interaktif dan partisipatif untuk membantu siswa tetap termotivasi
belajar meski berada dalam kondisi pascabencana.

Program ini tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga dirancang untuk memberikan dukungan psikososial, sehingga siswa mampu bangkit secara mental dan emosional dari dampak bencana banjir.

Penutupan Program Pembelajaran Aktif di SDN 057239 Dusun Sukaramai

Puncak kegiatan pengabdian UMA ditandai dengan penutupan resmi Program Model Pembelajaran Aktif bagi Siswa Korban Bencana Banjir dan Longsor di SD Negeri 057239 Dusun Sukaramai, Kecamatan Besitang, pada 26 Desember 2025. Program ini berlangsung selama lima hari dengan mengusung konsep Kelas Tenda Bencana (Kedana) yang menghadirkan suasana belajar aman, inklusif, dan menyenangkan bagi para siswa.

Selama pelaksanaan kegiatan, UMA turut menghibahkan berbagai fasilitas pendukung pendidikan darurat, antara lain buku dan alat tulis, tas dan seragam sekolah, meja belajar, papan tulis, hingga dua unit tenda yang difungsikan sebagai ruang kelas sementara. UMA juga membantu penyediaan sumur bor guna mendukung kebutuhan air bersih bagi lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar.

Kegiatan ini turut dirangkaikan dengan pembagian nasi kotak serta layanan pengobatan gratis yang dilaksanakan melalui kerja sama dengan Puskesmas Besitang, sebagai bentuk kepedulian UMA terhadap kesehatan masyarakat terdampak banjir.

Komitmen Berkelanjutan UMA untuk Pendidikan dan Kemanusiaan





































Melalui rangkaian kegiatan ini, Universitas Medan Area menegaskan
perannya tidak hanya sebagai institusi pendidikan tinggi, tetapi juga
sebagai agen perubahan sosial dan kemanusiaan yang
hadir langsung di tengah masyarakat. UMA berkomitmen untuk terus
menjalankan program pengabdian yang berkelanjutan, adaptif, dan
berdampak nyata, sejalan dengan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.