UMA Dorong Kebangkitan Pisang Sitabar di Mandailing Natal melalui Kerja Sama Strategis

07
May
2026
Category Kampus
Posted By Arief

Universitas Medan Area (UMA) kembali menunjukkan komitmennya dalam
pengembangan sektor pertanian berbasis riset melalui penandatanganan
nota kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal
(Madina). Kerja sama ini berfokus pada pengembangan budidaya pisang
kepok atau yang dikenal secara lokal sebagai pisang “Sitabar”.

Penandatanganan MoU dilaksanakan pada Selasa (28/04/2026) di Aula
Kantor Bupati Madina, Kompleks Perkantoran Payaloting. Kegiatan ini
menjadi langkah awal sinergi antara dunia akademik dan pemerintah daerah
dalam menghidupkan kembali komoditas lokal yang sempat mengalami
kemunduran selama beberapa dekade.

Peran Strategis UMA dalam Revitalisasi Pisang Kepok “Sitabar”

Bupati Mandailing Natal, Saipullah Nasution, menyampaikan optimisme
tinggi terhadap peran Universitas Medan Area dalam mengembalikan
kejayaan pisang “Sitabar” yang telah hilang selama kurang lebih 25
tahun. Ia menilai kapasitas riset dan keilmuan yang dimiliki para
akademisi UMA menjadi kunci utama keberhasilan program ini.

Menurutnya, kerja sama ini tidak hanya sebatas penanaman kembali,
tetapi juga mencakup pendekatan ilmiah yang komprehensif. Mulai dari
penelitian kondisi tanah, pemilihan bibit unggul, hingga teknik budidaya
yang tepat akan dilakukan secara sistematis.

Lebih lanjut, Bupati Madina menegaskan bahwa program ini merupakan
bagian dari upaya besar pemerintah daerah dalam mewujudkan visi “petani
bangkit”. Selain pisang kepok, kolaborasi dengan UMA juga diarahkan
untuk mengembangkan kembali komoditas unggulan lain seperti jeruk maga,
kopi, dan aren.

Implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui Program Agro Terpadu

Direktur Pascasarjana Universitas Medan Area, Prof. Dr. Ir. Retno
Astuti, menyambut baik kerja sama ini sebagai bentuk nyata implementasi
Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang penelitian dan
pengabdian kepada masyarakat.

Sebagai langkah awal, UMA akan mengembangkan pilot project kawasan
agro berbasis pisang “Sitabar”. Proyek ini dirancang secara terpadu
dengan mengintegrasikan aspek pendidikan, riset, dan pemberdayaan
masyarakat lokal.

Tahapan Awal: Analisis Tanah dan Persiapan Lahan

Tim dari Universitas Medan Area akan segera melakukan kajian awal
berupa pengecekan kondisi tanah yang akan digunakan sebagai lahan
budidaya. Sampel tanah tersebut akan dianalisis di laboratorium guna
memastikan kesuburan dan kelayakan tanam.

































Hasil analisis ini akan menjadi dasar dalam menentukan waktu tanam,
jenis perlakuan tanah, serta strategi budidaya yang paling efektif.
Setelah kondisi tanah dinyatakan sehat dan siap, proses penanaman pisang
kepok “Sitabar” akan segera dilaksanakan.