Seminar Nasional UMA–PTPN III: Sinergi Lintas Sektor Dorong Transformasi Perkebunan Berkelanjutan
Program Studi Doktor Ilmu Pertanian dan Magister Agribisnis
Pascasarjana Universitas Medan Area bekerja sama dengan PTPN III
menyelenggarakan seminar nasional di Kampus Pascasarjana UMA, Jalan Sei
Belutu, Medan.
Seminar bertajuk Transformasi Perkebunan Nasional Menuju Industri Berkelanjutan dan Berdaya Saing Global
menghadirkan sejumlah narasumber penting, antara lain Plt Dirjen
Perkebunan Abdul Roni Angkat, Direktur Utama Holding Perkebunan PTPN III
Denaldy Mulino Mauna, serta Guru Besar IPB University Haryadi.
Kolaborasi Triple Helix Percepat Transformasi Industri
Rektor UMA Dadan Ramdan dalam sambutannya menegaskan bahwa
transformasi perkebunan tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan
sinergi antara pemerintah, industri, dan perguruan tinggi melalui
pendekatan triple helix.
Menurutnya, UMA melalui Pascasarjana dan Prodi Magister Agribisnis
berkomitmen mencetak SDM perkebunan yang adaptif, berwawasan
keberlanjutan, dan memiliki daya saing global, sekaligus mendorong riset
terapan yang berdampak langsung bagi masyarakat dan industri.
“Kami yakin diskusi seminar ini melahirkan gagasan strategis,
rekomendasi kebijakan, dan perspektif baru untuk transformasi perkebunan
Indonesia dari hulu hingga hilir menuju industri yang efisien,
inklusif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan,” ujar Rektor.

Mahasiswa Dibekali Pengalaman Lapangan Industri
Direktur Pascasarjana Retna Astuti Kuswardani berharap seminar ini menjadi bekal mahasiswa memahami dunia perkebunan secara on field, tidak hanya secara teoritis.
Saat ini sekitar 60% alumni Magister Agribisnis UMA telah berkarier
di sektor perkebunan, termasuk di PTPN III dan PTPN IV. Kolaborasi ini
membuka peluang magang dan penelitian mahasiswa di berbagai perkebunan
milik BUMN.
Kepala Prodi MA-DIP Zulkarnain Lubis menambahkan bahwa pemahaman
prospek industri perkebunan akan memperkuat kontribusi sektor ini
terhadap perekonomian nasional melalui sinergi kampus, pemerintah, dan
dunia usaha.
Transformasi PTPN III Berawal dari Krisis
Dalam sesi pemaparan, Dirut PTPN III Denaldy Mulino Mauna
mengungkapkan transformasi organisasi secara masif dilakukan setelah
perusahaan mengalami kerugian besar pada tahun 2019 yang mencapai
triliunan rupiah. Reformasi manajemen dan operasional menjadi langkah
penting menuju perusahaan perkebunan yang lebih kompetitif dan
berkelanjutan.
Rangkaian Kegiatan
Seminar nasional berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab,
pertukaran plakat dan cenderamata antara UMA dan PTPN III, serta
penampilan hiburan dari Sanggar Tari DCP.
