Mahasiswa GMKI Komisariat UMA Dibekali Strategi Belajar Efektif melalui Program PKM

08
Jul
2025
Category Kampus
Posted By Arief

Mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia
(GMKI) Komisariat Universitas Medan Area (UMA) memperoleh pelatihan
strategi belajar efektif guna meningkatkan capaian akademik dan
kemampuan manajemen waktu secara optimal. Kegiatan ini merupakan bagian
dari Program Kemitraan Masyarakat (PKM) bertajuk "Belajar Efektif dalam Latihan Dasar Kepemimpinan pada GMKI Komisariat UMA."

Ketua pelaksana PKM, Beltahmamero Simamora, S.IP, MPA—dosen Program
Studi Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP)
UMA—didampingi anggota tim PKM: Fauziah Rahman, S.Pd, M.Ak (dosen
Akuntansi FEB UMA) dan Beby Suryani Fitri, SH, MH (dosen Fakultas Hukum
UMA), menjelaskan bahwa kegiatan pelatihan telah dilaksanakan pada 19–21
Maret 2025 di Gedung R.III.4 FISIP UMA, Kampus I Jalan Kolam Nomor 1
Medan Estate.

“Pelatihan ini menggunakan pendekatan klasikal, diskusi interaktif,
tanya jawab, dan studi kasus. Tujuan utamanya adalah untuk memperluas
wawasan mahasiswa dan mengasah kemampuan belajar secara efektif yang
berdampak langsung pada peningkatan prestasi akademik dan non-akademik,”
ujar Beltahmamero.

Ia menekankan bahwa proses belajar merupakan inti dari keberhasilan
akademik mahasiswa di perguruan tinggi. Sayangnya, banyak mahasiswa
masih kesulitan dalam mengelola waktu, memilih metode belajar yang
tepat, dan menjaga semangat belajar yang konsisten. Kondisi ini kerap
menyebabkan pemahaman materi yang rendah, nilai akademik yang tidak
memuaskan, hingga stres belajar atau academic burnout.

“Di era digital dengan arus informasi yang sangat cepat, mahasiswa
harus mampu menghadapi berbagai distraksi seperti media sosial dan
aktivitas non-akademik lainnya. Maka dari itu, dibutuhkan strategi
belajar yang aktif, terstruktur, dan disesuaikan dengan gaya belajar
masing-masing individu,” jelasnya.

Beltahmamero memaparkan tiga solusi utama yang ditawarkan dalam pelatihan ini:



  1. Evaluasi Kemampuan Belajar Mahasiswa

    Mahasiswa didorong untuk mengelola waktu secara efektif dan menciptakan
    lingkungan belajar yang kondusif. Disarankan untuk menggunakan teknik
    belajar seperti metode Pomodoro (25 menit belajar, 5 menit
    istirahat), membuat jadwal belajar mingguan, memanfaatkan aplikasi
    perencana seperti Google Calendar, serta mengulas kembali materi bersama
    teman diskusi.




  2. Studi Kasus untuk Melatih Analisis

    Latihan melalui studi kasus bertujuan mengasah kemampuan berpikir
    kritis mahasiswa dalam menyelesaikan permasalahan nyata. Hasil dari
    latihan ini dapat menjadi indikator awal kemampuan analitis mahasiswa,
    yang berkontribusi terhadap prestasi akademik.




  3. Identifikasi Gaya Belajar Individu

    Melalui identifikasi ini, mahasiswa yang telah menunjukkan gaya dan
    kemampuan belajar yang efektif akan diberi dukungan lebih lanjut untuk
    mengembangkan potensi mereka, baik dalam aspek akademik maupun
    non-akademik.



Sementara itu, Fauziah Rahman menambahkan bahwa pelatihan ini diikuti
oleh 30 peserta dan menghadirkan beberapa narasumber. Ia menegaskan
pentingnya penerapan strategi belajar yang tepat sebagai kunci
keberhasilan studi di perguruan tinggi.

Fauziah merangkum beberapa poin penting dari hasil kegiatan, antara lain:



  • Pemahaman Gaya Belajar: Mahasiswa perlu mengenali
    apakah mereka tipe visual, auditori, atau kinestetik agar dapat memilih
    metode belajar yang paling sesuai.




  • Manajemen Waktu: Penyusunan jadwal belajar, penggunaan daftar tugas (to-do list), serta menghindari kebiasaan menunda sangat berpengaruh dalam mendukung efektivitas belajar.




  • Teknik Belajar Efektif: Penerapan metode seperti active recall, spaced repetition, mind mapping, dan diskusi kelompok terbukti mampu memperdalam pemahaman materi.




  • Lingkungan Belajar yang Kondusif: Ruang belajar yang nyaman, minim gangguan, serta dukungan sosial dari teman dan keluarga turut meningkatkan produktivitas.




  • Keseimbangan Akademik dan Kehidupan Pribadi:
    Menjaga keseimbangan antara belajar, istirahat, dan kegiatan sosial
    merupakan faktor penting untuk mempertahankan motivasi dan kesehatan
    mental.

























Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa GMKI Komisariat UMA dapat
mengembangkan kemampuan belajar yang lebih sistematis dan produktif,
sehingga mampu meraih prestasi yang lebih optimal dalam perjalanan
akademiknya.