Fakultas Teknik UMA Laksanakan Kuliah Umum Bersama PT. Putra Baja Deli
Fakultas Teknik Universitas Medan Area (UMA) menyelenggarakan kuliah
umum bertema "Production Process and Tensile Test Procedure of Steel Bar
Based on SNI 2052:2025" bekerja sama dengan PT. Putra Baja Deli, pada
Selasa, 5 Juni 2025. Kegiatan ini berlangsung di Conference Room Prof.
Dr. H.A. Yakub Matondang, M.A., Lantai III Gedung Rektorat UMA.
Kuliah umum ini diawali dengan seremoni pembukaan dan penandatanganan
Memorandum of Agreement (MoA) antara Dekan Fakultas Teknik UMA dan
Direktur PT. Putra Baja Deli. Penandatanganan tersebut menandai komitmen
bersama dalam memperkuat sinergi antara dunia akademik dan industri,
khususnya dalam pengembangan ilmu teknik sipil dan penerapannya di
lapangan.

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Teknik UMA menyampaikan bahwa
kegiatan ini bertujuan untuk memperkaya wawasan mahasiswa dengan
menghadirkan pengalaman praktis langsung dari dunia industri.

“Melalui kuliah umum ini, kami ingin menjembatani pembelajaran
teoritis di kampus dengan praktik nyata di lapangan. Baja menjadi
material utama dalam banyak proyek struktur dan infrastruktur saat ini.
Harapannya, kerja sama ini dapat terus berlanjut dan memberi manfaat
nyata bagi mahasiswa dan dunia industri,” jelasnya.

Direktur PT. Putra Baja Deli juga menyampaikan apresiasi atas
terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan pentingnya pemahaman
mahasiswa terhadap kualitas material konstruksi, khususnya baja, yang
menjadi elemen vital dalam pembangunan modern.

“Kami menyambut baik kolaborasi ini. Pengetahuan tentang standar
kualitas baja seperti SNI 2052:2025 sangat penting untuk dipahami para
calon insinyur. Selain itu, PT. Putra Baja Deli saat ini juga membuka
kesempatan kerja, dan kami bangga karena banyak posisi diisi oleh
putra-putri terbaik Sumatera,” ungkapnya.

Kuliah umum ini menjadi wadah pembelajaran yang mempertemukan teori
akademik dan aplikasi industri secara langsung. Lebih dari itu, kegiatan
ini membuka peluang kerja sama strategis dalam menjawab tantangan
pembangunan nasional melalui penguatan hubungan antara perguruan tinggi
dan sektor industri.
