Fakultas Psikologi UMA Gelar Sosialisasi dan Benchmarking dengan International University of Malaya-Wales

03
Mar
2026
Category Kampus
Posted By Arief

Fakultas Psikologi Universitas Medan Area (UMA) secara resmi
melaksanakan kegiatan sosialisasi dan benchmarking di International
University of Malaya-Wales yang berlokasi di Petaling Jaya, Selangor,
Malaysia, pada Rabu, 04 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari
strategi internasionalisasi institusi sekaligus penguatan jejaring
akademik lintas negara.

Langkah strategis ini diambil sebagai upaya percepatan visi menuju
program studi psikologi berstandar internasional. Fokus utama
benchmarking meliputi validasi kualitas kurikulum, sistem penjaminan
mutu, serta penguatan fasilitas akademik agar tetap relevan dengan
perkembangan industri dan riset psikologi global. Di tengah dinamika
ilmu psikologi yang semakin kompleks dan multidisipliner, kolaborasi
internasional dinilai menjadi kunci dalam menciptakan lulusan yang
adaptif, kompeten, dan berdaya saing global.

Delegasi Fakultas Psikologi UMA dipimpin langsung oleh pimpinan
fakultas bersama jajaran dosen dan tim penjaminan mutu. Rangkaian
kegiatan diawali dengan sesi sosialisasi profil institusi masing-masing
universitas, dilanjutkan pemaparan sistem pembelajaran, hingga diskusi
mendalam mengenai implementasi kurikulum berbasis Outcome-Based
Education (OBE) yang telah banyak diterapkan di perguruan tinggi
internasional.

Penguatan Kurikulum, Penjaminan Mutu, dan Digitalisasi Akademik

Dalam sesi presentasi, pihak International University of Malaya-Wales
memaparkan berbagai praktik terbaik (best practices) dalam pengelolaan
program studi psikologi. Materi yang disampaikan meliputi integrasi
riset dengan pembelajaran, pemanfaatan teknologi digital dalam asesmen
psikologis, serta penguatan kompetensi mahasiswa melalui program magang
internasional.

Diskusi berlangsung interaktif dengan fokus pada penyelarasan capaian
pembelajaran lulusan (CPL) agar sesuai dengan standar global dan
kebutuhan dunia kerja. Pimpinan Fakultas Psikologi UMA menegaskan bahwa
kegiatan ini bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan bagian dari
evaluasi menyeluruh terhadap sistem akademik yang telah berjalan.

“Kami ingin memastikan bahwa kurikulum yang diterapkan tidak hanya
memenuhi standar nasional, tetapi juga selaras dengan perkembangan ilmu
psikologi di tingkat internasional. Melalui benchmarking ini, kami
memperoleh gambaran konkret tentang bagaimana peningkatan kualitas dapat
dilakukan secara terukur dan berkelanjutan,” ujarnya.

Selain kurikulum, kedua institusi juga mendiskusikan sistem
penjaminan mutu internal, termasuk mekanisme audit akademik, evaluasi
dosen, serta sistem umpan balik mahasiswa. International University of
Malaya-Wales memaparkan model evaluasi berbasis data analytics yang
memungkinkan pemantauan kinerja akademik secara real-time. Hal ini
menjadi inspirasi bagi UMA dalam mengembangkan sistem digitalisasi
akademik yang lebih terintegrasi dan berbasis data.

Kegiatan benchmarking turut mencakup peninjauan fasilitas
laboratorium psikologi, ruang observasi, serta pusat layanan konseling
mahasiswa. Delegasi UMA berkesempatan melihat langsung penggunaan
perangkat asesmen psikologis modern dan sistem dokumentasi elektronik
yang mendukung efisiensi layanan. Observasi ini memperkaya perspektif
mengenai pentingnya investasi infrastruktur akademik sebagai bagian dari
peningkatan mutu berkelanjutan.

Peluang Kolaborasi Riset dan Pertukaran Akademik Internasional

Tidak hanya berfokus pada aspek akademik, pertemuan ini juga membuka
peluang kerja sama dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada
masyarakat. Kedua institusi sepakat menjajaki kolaborasi riset bersama,
khususnya dalam isu psikologi lintas budaya (cross-cultural psychology),
kesehatan mental, serta kesejahteraan mahasiswa di lingkungan
pendidikan tinggi.

Kolaborasi riset internasional diyakini mampu meningkatkan jumlah
publikasi ilmiah bereputasi serta memperluas kontribusi keilmuan di
tingkat regional dan global. Dalam konteks pengembangan sumber daya
manusia, turut dibahas peluang pertukaran dosen dan mahasiswa (student
and staff mobility).

Program ini diharapkan memberikan pengalaman internasional yang
memperkaya wawasan akademik dan memperkuat kompetensi interkultural.
Mahasiswa UMA berpeluang mengikuti perkuliahan singkat, seminar
internasional, hingga riset kolaboratif di Malaysia. Sementara itu,
dosen dapat berpartisipasi sebagai visiting lecturer maupun melakukan
joint supervision penelitian.

Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Universitas Medan Area dalam
mendukung program internasionalisasi pendidikan tinggi. Transformasi
menuju program studi berstandar internasional tidak hanya ditandai
dengan kerja sama luar negeri, tetapi juga melalui penyesuaian kurikulum
berbasis riset, peningkatan kualitas publikasi ilmiah, serta penguatan
tata kelola yang transparan dan akuntabel.

Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya diskusi dan pertukaran
gagasan sepanjang kegiatan berlangsung. Sejumlah poin strategis
diidentifikasi sebagai peluang perbaikan, seperti penguatan mata kuliah
berbasis praktik, integrasi sertifikasi kompetensi tambahan, serta
peningkatan kapasitas dosen dalam metodologi riset kuantitatif dan
kualitatif terkini.

Di akhir kegiatan, kedua institusi saling bertukar cenderamata
sebagai simbol persahabatan dan komitmen kerja sama berkelanjutan.
Momentum ini diharapkan menjadi langkah awal menuju penandatanganan nota
kesepahaman (MoU) yang lebih komprehensif di masa mendatang.

Melalui sosialisasi dan benchmarking ini, Fakultas Psikologi UMA
menegaskan komitmennya untuk terus berbenah dan berinovasi. Tantangan
globalisasi pendidikan menuntut perguruan tinggi untuk adaptif dan
responsif terhadap perubahan. Dengan menjalin kemitraan strategis
bersama institusi luar negeri, UMA optimistis mampu mewujudkan visi
menjadi program studi psikologi yang unggul, kompetitif, dan berstandar
internasional.







































Kegiatan di Malaysia ini menjadi refleksi bahwa transformasi mutu
bukanlah proses instan, melainkan perjalanan berkelanjutan yang
membutuhkan kolaborasi, keterbukaan, dan kemauan untuk terus belajar.
Sinergi lintas negara diyakini akan memperkaya perspektif akademik serta
memperkuat fondasi kelembagaan dalam mencetak lulusan psikologi yang
profesional, beretika, dan siap menghadapi tantangan global di era
modern.