Dosen UMA Laksanakan Pengabdian Masyarakat: Sosialisasi Kewirausahaan Sosial di Desa Bengkurung, Sibolangit

31
Jul
2025
Category Kampus
Posted By Arief

Universitas Medan Area (UMA) kembali menunjukkan komitmennya dalam
menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan Pengabdian
kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan di Desa Bengkurung, Kecamatan
Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, pada Sabtu, 19 Juli 2025. Kegiatan
bertajuk “Sosialisasi Kewirausahaan Sosial” ini diinisiasi oleh
dosen dan mahasiswa lintas program studi, yakni dari Program Studi
Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta Agribisnis Fakultas
Pertanian UMA.

Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan dan mengedukasi
masyarakat desa, khususnya para pemuda, pelaku UMKM, dan perangkat desa
mengenai konsep kewirausahaan sosial (social entrepreneurship).
Kewirausahaan sosial dipandang sebagai pendekatan strategis yang
menggabungkan tujuan ekonomi dan sosial, menciptakan usaha yang tidak
hanya berorientasi pada keuntungan (profit oriented), tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan (social impact).

Dalam sambutannya, Ibu Siti Sabrina Salqaura, SP., M.Sc. menyampaikan
bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata dari implementasi Tri Dharma
Perguruan Tinggi, khususnya dalam memberikan manfaat langsung kepada
masyarakat. Hal senada juga disampaikan oleh Ibu Marizha Nurcahyani,
S.ST., M.Sc., yang turut mendukung keberlangsungan program ini.

Sementara itu, Ibu Dr. Siti Alhamra Salqaura, SE., M.Si. selaku
narasumber menjelaskan bahwa penting bagi masyarakat memahami bahwa
kewirausahaan tidak hanya berfokus pada keuntungan semata, tetapi juga
mampu menjadi solusi atas berbagai permasalahan sosial melalui inovasi
yang berkelanjutan. “Kita ingin menanamkan pemahaman bahwa usaha harus
mampu menjawab persoalan sosial yang ada di sekitar, bukan hanya mencari
profit,” ungkapnya.

Materi sosialisasi mencakup pemahaman dasar kewirausahaan sosial,
studi kasus pelaku usaha sosial di Indonesia, hingga strategi
mengidentifikasi permasalahan lokal yang dapat dijadikan peluang usaha
berbasis sosial. Para peserta juga diajak berdiskusi aktif dan merancang
ide usaha sosial yang sesuai dengan kondisi sosial dan potensi ekonomi
Desa Bengkurung.

Antusiasme peserta terlihat jelas selama kegiatan berlangsung. Salah
satu peserta yang juga merupakan anggota kelompok tani menyampaikan
kesan positifnya. “Setelah mengikuti sosialisasi ini, saya jadi lebih
memahami arti penting kewirausahaan sosial. Kegiatan ini sangat
bermanfaat dan cocok untuk meningkatkan ekonomi masyarakat desa,”
ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi dan penyerahan cendera mata.
Tim pengabdian juga menyampaikan komitmen untuk melakukan pendampingan
lanjutan terhadap ide-ide usaha sosial yang potensial dikembangkan,
sebagai bagian dari tindak lanjut program.



















Melalui kegiatan ini, diharapkan muncul benih-benih usaha sosial dari
masyarakat Desa Bengkurung yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi
desa secara inklusif dan berkelanjutan. PkM ini menjadi langkah awal UMA
dalam membangun ekosistem kewirausahaan sosial yang relevan, adaptif,
dan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.